Tugas Pendahuluan M2



1. Jurnal [Kembali]

Emitter-stabilized bias (bias emitter yang distabilisasi) adalah salah satu jenis rangkaian bias pada transistor bipolar (BJT) yang digunakan untuk menstabilkan titik operasi (operating point) transistor terhadap variasi suhu atau variasi parameter transistor seperti β (gain arus).

Tujuan : Mencegah pergeseran titik kerja transistor akibat perubahan suhu atau β, yang umum terjadi pada konfigurasi bias dasar seperti fixed bias.

Kelebihan : 

Menstabilkan titik kerja terhadap variasi β dan suhu Mudah diimplementasikan

Kekurangan : 

Perlu tegangan suplai (Vcc) yang lebih tinggi karena ada penurunan tegangan di Re

Gain tegangan sedikit menurun karena adanya Re


2. Prinsip Kerja [Kembali]

Prinsip kerja bias emitor stabilized mengandalkan umpan balik negatif yang dihasilkan oleh resistor pada emitor (RE) untuk menstabilkan titik operasi (Q-point) transistor terhadap perubahan suhu dan karakteristik transistor. Ketika arus kolektor (Ic) atau arus emitor (Ie) naik karena peningkatan suhu, tegangan pada RE (IeRe) akan meningkat. Peningkatan tegangan ini akan mengurangi bias basis-emitor (Vbe) dan, sebagai akibatnya, menekan peningkatan arus basis (Ib) dan kolektor (Ic). 

3. Video Percobaan [Kembali]









4. Analisa[Kembali]

Emitter Stabilized Bias, juga dikenal sebagai Voltage Divider Bias, merupakan konfigurasi rangkaian transistor yang dirancang khusus untuk mencapai titik kerja (Q-point) yang sangat stabil. Kestabilan ini menjadi keunggulan utamanya dibandingkan konfigurasi bias lainnya, seperti fixed bias, yang sangat rentan terhadap fluktuasi suhu dan variasi nilai beta (β) transistor. Prinsip kerjanya yang cerdas menggabungkan dua konsep fundamental: pembagi tegangan untuk menciptakan referensi yang stabil dan umpan balik negatif yang dilakukan melalui resistor emitor untuk mengoreksi penyimpangan secara otomatis.


Inti dari prinsip kerja rangkaian ini terletak pada penciptaan sebuah tegangan basis (Vb) yang konstan dan hampir independen dari karakteristik transistor itu sendiri. Hal ini dicapai oleh jaringan resistor Rb1 dan Rb2 yang membentuk rangkaian pembagi tegangan antara sumber kolektor (Vcc) dan ground. Jika arus yang mengalir melalui kedua resistor ini dibuat jauh lebih besar (biasanya sepuluh kali lipat) dari arus basis (Ib) transistor, maka tegangan Vb akan menjadi tetap dan tidak mudah terpengaruh oleh perubahan β. Tegangan basis yang konstan ini kemudian digunakan untuk men-set sebuah tegangan emitor (Ve) yang hampir sama stabilnya. Mengingat adanya tegangan junction base-emitter (Vbe) yang relatif tetap sekitar 0,7 volt untuk transistor silikon, maka Ve dapat dihitung dengan rumus Ve = Vb - Vbe.


Tegangan emitor (Ve) inilah yang menjadi kunci stabilisasi. Karena Ve muncul di ujung resistor emitor (Re), maka berdasarkan Hukum Ohm, arus emitor (Ie) yang mengalir pun menjadi ditentukan oleh nilai Ve dan Re, yaitu Ie = Ve / Re. Mengingat dalam transistor bipolar arus kolektor (Ic) hampir sama dengan arus emitor (Ic ≈ Ie), maka dapat disimpulkan bahwa arus kolektor Ic ditentukan oleh nilai-nilai resistor yang stabil (Rb1, Rb2, Re) dan tegangan Vbe, bukan oleh β transistor yang mudah berubah. Inilah yang membuat titik kerja menjadi stabil.


Mekanisme umpan balik negatif yang dilakukan oleh Re memperkuat stabilitas ini lebih lanjut. Sebagai contoh, jika suhu lingkungan meningkat, parameter internal transistor berubah sehingga cenderung meningkatkan arus kolektor (Ic). Kenaikan Ic berarti kenaikan Ie. Karena Ie yang meningkat mengalir melalui Re, tegangan emitor (Ve) pun ikut naik. Namun, karena Vb dijaga tetap konstan oleh pembagi tegangan, kenaikan Ve ini langsung menyebabkan penurunan tegangan Vbe (karena Vbe = Vb - Ve). Penurunan Vbe pada akhirnya akan mengurangi arus basis (Ib), yang kemudian menarik arus kolektor (Ic) kembali mendekati nilai awalnya. Proses koreksi otomatis inilah yang disebut umpan balik negatif, yang efektif menangkal gangguan dari suhu maupun pergantian transistor dengan β yang berbeda.


Untuk kinerja sinyal bolak-balik (AC), Re yang sangat berjasa menstabilkan bias DC justru dapat mengurangi penguatan tegangan secara signifikan. Oleh karena itu, seringkali sebuah kapasitor bypass emitor (Ce) ditambahkan secara paralel dengan Re. Kapasitor ini bersifat seperti rangkaian terbuka pada kondisi DC, sehingga Re tetap berfungsi penuh untuk stabilisasi. Namun, pada frekuensi sinyal AC, Ce bertindak sebagai rangkaian hubung singkat, sehingga "meng-bypass" sinyal AC ke ground dan seolah-olah menyingkirkan Re dari persamaan untuk sinyal AC. Dengan demikian, penguatan AC dapat mencapai nilai maksimumnya tanpa mengorbankan stabilitas titik kerja DC.


Secara keseluruhan, prinsip kerja Emitter Stabilized Bias adalah sebuah solusi elegan dalam dunia elektronika analog. Rangkaian ini dengan genius memanfaatkan komponen pasif yang murah dan stabil (resistor) untuk mengendalikan komponen aktif (transistor) yang parameternya mudah berubah, sehingga menghasilkan penguat yang andal, dapat diprediksi, dan robust untuk berbagai aplikasi.


5. Download File[Kembali]

Datasheet Resistor : Download disini

Download Datasheet Resistor  : Download disini

Download Datasheet Voltmeter : Download disini

  • link download Rangkaian : disini

  • link download TUGAS PENDAHULUAN : disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS BESAR SISTEM PARKIR OTOMATIS RAMAH LINGKUNGAN

LAPORAN PRATIKUM MODUL II