LAPORAN PRATIKUM MODUL II
JURNAL PRAKTIKUM
Nama : Dival Arsyan Ramadhan
No BP : 2410952051
Tanggal Praktikum : 11 Maret 2025
Asisten : Dzaki Asyrof dan Alvin Ramadhan
Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Membandingkan Frekuensi
Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel
Oscilloscope
Sebelum kita mengunakan osciloscope, kita melakukan kalibrasi untuk mendapatkan ketelitian yang akurat, dengan cara menghidupkan oscilloscope terlebih dahulu, kemudian atur sinyal hingga tepat di tengah-tengah, lalu hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi pada osciloscope, terakhir amati dan catat nilai kalibrasinya.


Prinsip Kerja:
Prinsip kerja dari kedua rangkaian diatas adalah dengan membuat rangkaian seperti yang terdapat pada modul. Yaitu rangkaian lampu seri dan rangkaian lampu paralel. Kemudian masing-masing rangkaian di berikan beban, lalu diberi sebuah sumber tegangan ac dan dijalankan. Barulah dapat diukur daya yang terbaca pada wattmeternya.
1.Pengukuran daya beban lampu seri
2.Pengukuran daya beban lampu pararel
1.Mengapa Oscilloloscope perlu dilakukan kalibrasi sebelum digunakan?
Kalibrasi oscilloscope diperlukan untuk memastikan akurasi dan konsistensi pengukuran yang dihasilkan, karena komponen alat bisa mengalami penyimpangan seiring waktu. Dengan melakukan kalibrasi, oscilloscope dapat disesuaikan untuk mematuhi standar pengukuran yang benar, sehingga hasil yang diperoleh tetap akurat dan dapat diandalkan. Kalibrasi juga membantu menjaga kinerja optimal alat, memastikan semua fitur berfungsi dengan baik, serta mendeteksi kerusakan atau penyimpangan yang mungkin terjadi pada perangkat. Oleh karena itu, kalibrasi sangat penting untuk memastikan kualitas dan keandalan data yang diukur, terutama dalam aplikasi teknis dan ilmiah.
2.Kenapa Tegangan Sumber harus diturunkan ketika rangkaian tersusun secara pararel?
Tegangan sumber harus diturunkan ketika rangkaian tersusun secara paralel karena dalam rangkaian paralel, setiap komponen mendapatkan tegangan yang sama dengan tegangan sumber. Jika tegangan sumber terlalu tinggi, komponen-komponen dalam rangkaian paralel, seperti resistor, kapasitor, atau komponen lainnya, bisa mengalami overvoltage yang dapat merusak atau mempengaruhi kinerjanya. Oleh karena itu, menurunkan tegangan sumber penting untuk memastikan bahwa tegangan yang diterima oleh masing-masing komponen sesuai dengan nilai yang diinginkan dan aman untuk beroperasi, sehingga mencegah kerusakan pada komponen dan memastikan kestabilan rangkaian.
3.Bagaimana cara mengatur skala tegangan (Volt/Div) dan waktu (Time/Div) agar sinyal terlihat jelas di layar?
Untuk mengatur skala tegangan (Volt/Div) dan waktu (Time/Div) agar sinyal terlihat jelas di layar osiloskop, pertama-tama sesuaikan Volt/Div dengan memutar knob tegangan hingga amplitudo sinyal cukup besar namun tidak melebihi layar. Selanjutnya, atur Time/Div untuk menyesuaikan panjang gelombang sehingga setidaknya satu atau dua siklus penuh sinyal terlihat jelas. Jika sinyal terlalu cepat atau terlalu lambat, ubah Time/Div agar gelombang tidak terlalu rapat atau terlalu jarang. Pastikan juga mode coupling yang sesuai (DC atau AC) dan gunakan posisi horizontal serta vertikal untuk menyempurnakan tampilan sinyal.
4.Bagaimana cara mengatasi noise atau gangguan pada sinyal yang diukur?
Untuk mengatasi noise atau gangguan pada sinyal yang diukur dengan osiloskop, beberapa langkah bisa dilakukan. Pertama, gunakan grounding yang baik dengan memastikan probe osiloskop terhubung ke titik referensi yang benar. Kedua, gunakan mode averaging atau bandwidth limit pada osiloskop untuk meredam gangguan frekuensi tinggi. Ketiga, jika noise berasal dari sumber eksternal, gunakan kabel shielded atau perisai elektromagnetik untuk mengurangi interferensi. Keempat, pastikan penggunaan probe dengan faktor atenuasi yang sesuai (misalnya x10) untuk mengurangi efek kapasitansi probe. Terakhir, jika noise berasal dari sumber daya, gunakan filter atau power supply yang stabil untuk mengurangi gangguan listrik.
5.Apa perbedaan antara daya aktif, daya reaktif, dan daya semu dalam pengukuran daya listrik?
Perbedaan antara daya aktif, daya reaktif, dan daya semu dalam pengukuran daya listrik terletak pada bagaimana masing-masing daya berkontribusi terhadap sistem kelistrikan. Daya aktif (P) adalah daya sebenarnya yang dikonversi menjadi energi kerja, seperti panas atau gerakan, dan dinyatakan dalam watt (W). Daya reaktif (Q) adalah daya yang tidak dikonsumsi tetapi berosilasi antara sumber dan beban akibat komponen induktif atau kapasitif, diukur dalam volt-ampere reaktif (VAR). Daya semu (S) adalah gabungan dari daya aktif dan daya reaktif, mewakili total daya yang ditransfer dalam rangkaian, dinyatakan dalam volt-ampere (VA). Hubungan ketiganya dapat dinyatakan dengan rumus S² = P² + Q², di mana faktor daya (cos θ) menunjukkan seberapa efisien daya aktif digunakan
6.bandingkan daya semu.Bandingkan nilai daya yang terukur dan daya yang terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri!
Berdasarkan hasil pratikum yang telah dilakukan ,data yang diperoleh menunjukkan hasil yang sama dengan data yang diharapkan atau data teoritis.Hal ini menun jukkan bahwa data valid dan eksperiment yang dilakukan berjalan sesuai dengan prediksi teori.
7.Bandingkan nilai daya yang terukur dan daya yang terhitung pada pengukuran daya beban lampu paralel!
Berdasarkan hasil pratikum yang dilakukan,data yang diperoleh menunjukkan hasil yang sama dengan data yang diharapkan atau data teoritis.Hal ini menunjukkan bahwa data valid dan experiment yang dilakukan berjalan sesuai prediksi teori

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)




Komentar
Posting Komentar