LAPORAN PRATIKUM MODUL II



1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM

OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA

Nama                      : Dival Arsyan Ramadhan

No BP                     : 2410952051

Tanggal Praktikum : 11 Maret 2025

Asisten                    : Dzaki Asyrof dan Alvin Ramadhan

  1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

         800 mv               -              -

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

         400 mv          999,0μs          1000 Hz



  1.  Membandingkan Frekuensi


Jenis

Gelombang

Frekuensi Oscilloscope

Frekuensi Function Generator

Sinusoidal

                     1000 Hz                1000 Hz

Gergaji

                     1000 Hz                1000 Hz

Pulse

                     1000 Hz                1000 Hz



  1. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous


Perbandingan

Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Lissajous

1:1

            1000 Hz            1000 Hz       

1:2

            1000 Hz            2000 Hz    

2:1

            2000 Hz            1000 Hz    

1:3

            1000 Hz            3000 Hz     

3:1

            2000 Hz            3000 Hz    

2:3

            3000 Hz            1000 Hz    



  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

 
 0,010422 watt

      0,0579 V     0,18 A  0,010422 watt

2 Lampu

   
   0,22266 watt

        1,237 V     0,18 A    0,22266 watt

3 Lampu

     
     0,9018 watt

          5,01 V     0,18 A      0,9018 watt


  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

   
     0,75 watt

       1,478 V      260 mA    0,384 watt

2 Lampu

         
       1,5 watt
  
       1,448 V      500 mA    0,724 watt

3 Lampu

         
     2,25 watt

       1,410 V      350 mA    0.4935 watt

2. Prinsip Kerja [Kembali]

Oscilloscope

    1. Kalibrasi oscilloscope

Sebelum kita mengunakan osciloscope, kita melakukan kalibrasi untuk mendapatkan ketelitian yang akurat, dengan cara menghidupkan oscilloscope terlebih dahulu, kemudian atur sinyal hingga tepat di tengah-tengah, lalu hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi pada osciloscope, terakhir amati dan catat nilai kalibrasinya.

    2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
        
        Susun rangkaian seperti gambar berikut


Prinsip kerja: 
Pada pengukuran tegangan searah dan tegangan bolak balik disini,input kanal A dihubungkan dengan signal generator untuk menghasilkan gelombang output berupa gelombang sinusoidal dengan frekuensi 1kHz dan tegangan Peak to Peak (V p-p) sebesar 4 volt. Input kanal B dihubungkan ke sumber tegangan searah dengan menggunakan power supply sebesar 4Volt.

    3. Mengukur dan Mengamati Frequency
        Susun rangkaian seperti gambar berikut



Prinsip Kerja: 
Pada pengukuran frekuensi dengan funcition generator/signal generator dan oscilloscope disini ,output dari function dihubungkan ke input kanal A dengan frekuensi tertentu.Nantinya jika di running program ini akan menghasilkan bentuk gelombang pada oscilloscope .Frekuensi yang terbaca pada generator ini dapat dibandingkan dengan frekuensi yang terbaca pada oscilloscope dengan cara ,gelombang yang terbaca di oscilloscope dicari terlebih dahulu periode(T) setelah itu didapatkan frekuensi dengan rumus (1/T) ,hingga akhirnya dapat dibandingkan frekuensi yang terbaca pada Function Generator dan frekuensi yang terbaca pada Oscilloscope.

    4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

        
        Susun rangkaian seperti gambar berikut



Prinsip kerja:
Rangkaian ini menggunkan dua buah function generator yag masing-masing dihubngkan pada kanal A dan kanal B dari osiloskop.  Sinyal yang tidak diketahui dihubungkan pada input A dan sinyal yang dapat dibaca dihubungkan pada kanal  B. Atur frekuensi pada kanal A sampai terbentuk seperti salah satu gambar 2.1 yang ada pada modul, kemudian amati perbandingan frekuensinya.

Prinsip Kerja:
Prinsip kerja dari kedua rangkaian diatas adalah dengan membuat rangkaian seperti yang terdapat pada modul. Yaitu rangkaian lampu seri dan rangkaian lampu paralel. Kemudian masing-masing rangkaian di berikan beban, lalu diberi sebuah sumber tegangan ac dan dijalankan. Barulah dapat diukur daya yang terbaca pada wattmeternya.

Pengukuran Daya

1Pengukuran Daya Beban Lampu Seri





2. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel





3. Mengukur Daya Satu Fasa




a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt

b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter

c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel

d. Catat penunjukan dari wattmeter

3. Video Percobaan [Kembali]


1.Pengukuran daya beban lampu seri

   


2.Pengukuran daya beban lampu pararel

    


  


4. Analisa[Kembali]

  1.Mengapa Oscilloloscope perlu dilakukan kalibrasi sebelum digunakan?

    Kalibrasi oscilloscope diperlukan untuk memastikan akurasi dan konsistensi pengukuran yang dihasilkan, karena komponen alat bisa mengalami penyimpangan seiring waktu. Dengan melakukan kalibrasi, oscilloscope dapat disesuaikan untuk mematuhi standar pengukuran yang benar, sehingga hasil yang diperoleh tetap akurat dan dapat diandalkan. Kalibrasi juga membantu menjaga kinerja optimal alat, memastikan semua fitur berfungsi dengan baik, serta mendeteksi kerusakan atau penyimpangan yang mungkin terjadi pada perangkat. Oleh karena itu, kalibrasi sangat penting untuk memastikan kualitas dan keandalan data yang diukur, terutama dalam aplikasi teknis dan ilmiah.

   2.Kenapa Tegangan Sumber harus diturunkan ketika rangkaian tersusun secara pararel?

      Tegangan sumber harus diturunkan ketika rangkaian tersusun secara paralel karena dalam rangkaian paralel, setiap komponen mendapatkan tegangan yang sama dengan tegangan sumber. Jika tegangan sumber terlalu tinggi, komponen-komponen dalam rangkaian paralel, seperti resistor, kapasitor, atau komponen lainnya, bisa mengalami overvoltage yang dapat merusak atau mempengaruhi kinerjanya. Oleh karena itu, menurunkan tegangan sumber penting untuk memastikan bahwa tegangan yang diterima oleh masing-masing komponen sesuai dengan nilai yang diinginkan dan aman untuk beroperasi, sehingga mencegah kerusakan pada komponen dan memastikan kestabilan rangkaian.

  3.Bagaimana cara mengatur skala tegangan (Volt/Div) dan waktu (Time/Div) agar sinyal terlihat jelas       di layar?

      Untuk mengatur skala tegangan (Volt/Div) dan waktu (Time/Div) agar sinyal terlihat jelas di layar osiloskop, pertama-tama sesuaikan Volt/Div dengan memutar knob tegangan hingga amplitudo sinyal cukup besar namun tidak melebihi layar. Selanjutnya, atur Time/Div untuk menyesuaikan panjang gelombang sehingga setidaknya satu atau dua siklus penuh sinyal terlihat jelas. Jika sinyal terlalu cepat atau terlalu lambat, ubah Time/Div agar gelombang tidak terlalu rapat atau terlalu jarang. Pastikan juga mode coupling yang sesuai (DC atau AC) dan gunakan posisi horizontal serta vertikal untuk menyempurnakan tampilan sinyal.

   4.Bagaimana cara mengatasi noise atau gangguan pada sinyal yang diukur?

       Untuk mengatasi noise atau gangguan pada sinyal yang diukur dengan osiloskop, beberapa langkah bisa dilakukan. Pertama, gunakan grounding yang baik dengan memastikan probe osiloskop terhubung ke titik referensi yang benar. Kedua, gunakan mode averaging atau bandwidth limit pada osiloskop untuk meredam gangguan frekuensi tinggi. Ketiga, jika noise berasal dari sumber eksternal, gunakan kabel shielded atau perisai elektromagnetik untuk mengurangi interferensi. Keempat, pastikan penggunaan probe dengan faktor atenuasi yang sesuai (misalnya x10) untuk mengurangi efek kapasitansi probe. Terakhir, jika noise berasal dari sumber daya, gunakan filter atau power supply yang stabil untuk mengurangi gangguan listrik.

     5.Apa perbedaan antara daya aktif, daya reaktif, dan daya semu dalam pengukuran daya listrik?

       Perbedaan antara daya aktif, daya reaktif, dan daya semu dalam pengukuran daya listrik terletak pada bagaimana masing-masing daya berkontribusi terhadap sistem kelistrikan. Daya aktif (P) adalah daya sebenarnya yang dikonversi menjadi energi kerja, seperti panas atau gerakan, dan dinyatakan dalam watt (W). Daya reaktif (Q) adalah daya yang tidak dikonsumsi tetapi berosilasi antara sumber dan beban akibat komponen induktif atau kapasitif, diukur dalam volt-ampere reaktif (VAR). Daya semu (S) adalah gabungan dari daya aktif dan daya reaktif, mewakili total daya yang ditransfer dalam rangkaian, dinyatakan dalam volt-ampere (VA). Hubungan ketiganya dapat dinyatakan dengan rumus S² = P² + Q², di mana faktor daya (cos θ) menunjukkan seberapa efisien daya aktif digunakan 

     6.bandingkan daya semu.Bandingkan nilai daya yang terukur dan daya yang terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri!

      Berdasarkan hasil pratikum yang telah dilakukan ,data yang diperoleh menunjukkan hasil yang sama dengan data yang diharapkan atau data teoritis.Hal ini menun jukkan bahwa data valid dan eksperiment yang dilakukan berjalan sesuai dengan prediksi teori. 

    7.Bandingkan nilai daya yang terukur dan  daya yang terhitung pada pengukuran daya beban lampu paralel!

    Berdasarkan hasil pratikum yang dilakukan,data yang diperoleh menunjukkan hasil yang sama dengan data yang diharapkan atau data teoritis.Hal ini menunjukkan bahwa data valid dan experiment yang dilakukan berjalan sesuai prediksi teori

     

 5. Download File[Kembali]

  1.Laporan Akhir :   disini 
  2.Vidio Pratikum Oscilloscope :  disini 
  3.Vidio Pratikum Pengukuran daya beban lampu seri :  disini 
  4.Vidio Pratikum Pengukuran daya beban lampu pararel :   disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS BESAR SISTEM PARKIR OTOMATIS RAMAH LINGKUNGAN