fig 11.15
Rangkaian buffer atau voltage follower merupakan salah satu aplikasi dasar dari penguat operasional (operational amplifier). Pada rangkaian ini, output op-amp dihubungkan langsung ke input inverting, sedangkan sinyal masukan diberikan ke input non-inverting. Konfigurasi ini menghasilkan penguatan tegangan sebesar satu (unity gain), sehingga tegangan keluaran sama dengan tegangan masukan tanpa perubahan besarannya. Fungsi utama rangkaian buffer adalah sebagai pemisah (isolator) antara sumber sinyal dan beban, dengan impedansi input yang sangat tinggi dan impedansi output yang sangat rendah. Dengan demikian, buffer dapat mencegah penurunan tegangan akibat beban tanpa mempengaruhi karakteristik sinyal asli. Rangkaian ini banyak digunakan pada rangkaian penyesuai (impedance matching), rangkaian sensor, dan sistem pengukuran untuk menjaga keakuratan sinyal.
-
Memahami prinsip kerja rangkaian buffer (voltage follower) menggunakan op-amp.
-
Membuktikan bahwa buffer menghasilkan tegangan keluaran yang sama besar dengan tegangan masukan (penguatan = 1).
-
Mengetahui fungsi buffer sebagai pemisah (isolator) antara sumber sinyal dan beban.
-
Menjelaskan bagaimana buffer dapat digunakan untuk penyesuaian impedansi (impedance matching) agar sinyal tetap stabil meskipun dihubungkan dengan beban impedansi rendah.
Komparator (Op-Amp, misalnya 741)
LED dan resistor pembatas arus
Sumber tegangan DC
Tegangan input variabel (Vi)
VPRINT dan IPRINT (komponen PSpice untuk mengukur tegangan dan arus)
IC 555 Timer
Resistor RA dan RB
Kapasitor (C)
Ground dan VCC
Probe untuk menampilkan grafik (transien atau DC)
A. Op-Amp
- Penguat tegangan tak berhingga (AV = ∼)
- Impedansi input tak berhingga (rin = ∼)
- Impedansi output nol (ro = 0) d. Bandwidth tak berhingga (BW = ∼)
- Tegangan offset nol pada tegangan input (Eo = 0 untuk Ein = 0)
Bentuk Gelombang V input dan V output :
3. Sebuah rangkaian menggunakan op-amp ideal dalam konfigurasi buffer (pengikut tegangan). Tegangan input yang diberikan ke non-inverting input op-amp adalah 2.5 V. Tentukan tegangan output dari op-amp, arus yang mengalir ke iput op-amp dan keuntungan tegangan (voltage gain) dari rangkaian.
1. Fungsi utama dari rangkaian buffer (voltage follower) adalah …
A. Membesarkan sinyal masukan menjadi beberapa kali lipat
B. Membalikkan fasa sinyal masukan 180°
C. Menyamakan impedansi antara sumber dan beban
D. Menurunkan tegangan keluaran dibandingkan tegangan masukan
Jawab : C. Menyamakan impedansi antara sumber dan beban
2. Berapa besar penguatan tegangan (Av) dari rangkaian buffer ideal?
A. 0
B. 1
C. -1
D. Tergantung nilai resistor yang dipasang
Jawaban : B. 1
3. Dalam rangkaian buffer menggunakan op-amp, sinyal masukan dihubungkan ke terminal …
A. Inverting (-)
B. Non-inverting (+)
C. Ground
D. VCC
Jawab : B. Non-inverting (+)
A.Prosedur
- Buka aplikasi proteus.
- Pilih komponen yang diperlukan dalam rangkaian, seperti op-amp (LM741), generator sinus, dan lain-lain.
- Susunlah komponen seperti pada gambar rangkaian 11.15 lalu hubungkan tiap komponen menggunakan wire (kabel).
- Pasang probe voltage untuk menghitung besar tegangan input dan tegangan output.
- Jalankan simulasi dan amati gelombang input dan output
Vidio Simulasi
Prinsip Kerja :
Rangkaian op-amp buffer bekerja dengan cara memberikan sinyal input ke terminal non-inverting (+), lalu output-nya diumpankan kembali ke terminal inverting (−). Dengan adanya umpan balik negatif penuh ini, op-amp secara otomatis menyesuaikan output agar kedua input (non-inverting dan inverting) memiliki tegangan yang sama. Hasil akhirnya adalah tegangan output (Vout) sama dengan tegangan input (Vin). Meskipun tidak memperkuat tegangan, buffer memperkuat kemampuan arus dan sangat berguna untuk menghubungkan rangkaian dengan impedansi tinggi ke beban berimpedansi rendah tanpa memengaruhi sinyal asli.
Download file Proteus
link proteus fig 11.15 : Fig 11.15
- Data Sheet
Link Download :resistor
Link Download :Batrei
Link Download :Dioda
Link Download :Voltmeter
Link Download :Ampermeter


Komentar
Posting Komentar