LAPORAN AKHIR



1. Jurnal [Kembali]

  1. Hukum Ohm

R terbaca

V

I

R perhitungan

560

           5,02
         0,27mA
         18.592   

1000

           5,02         0,27mA         18.592

1200

           5,02         0,27mA         18.592



  1. Hukum Kirchoff

     A. Kirchoff 1

Terbaca

V

1, 2, 3

(Perhitungan)

Total

Perhitungan

560

5,02

0,0089

0,22

0,0228

680

0,0073

750

0,0066



  1. Kirchoff 2

B. Kirchoff II 

Terbaca

I

1, 2, 3

(Perhitungan)

Total

Perhitungan

560

0,0025

1,4

5,15

4,975

680

1,7

750

1,875



    3. Voltage & Current Divider

Voltage Divider

Terbaca


I

1, 2, 3

(Perhitungan)

VTotal

Perhitungan

1k

1,6

1,767

5,03

1,667

1k

1,683 

1k


         1,685 

Current Divider

Terbaca

V

1, 2, 3

(Perhitungan)

ITotal

Perhitungan

1k

1,6

5 mA

16mA

5 mA

1k

5 mA

1k

5 mA

2. Prinsip Kerja [Kembali]

Hukum Ohm:

“Kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar atau hambatan besarnya sebanding dengan beda potensial atau tegangan antara ujung-ujung penghantar tersebut. Pernyataan itu bisa dituliskan sebagai berikut yaitu I ∞ V.”

Hukum Ohm dirumuskan oleh fisikawan Jerman Georg Simon Ohm pada tahun 1827 dan dinyatakan dalam persamaan matematis sederhana:

V = IR

V adalah tegangan dalam volt (V),

I adalah arus dalam ampere (A), dan

R adalah resistansi dalam ohm (Ω).

   1. Tegangan (V): Tegangan dinyatakan dalam volt dan mengukur "daya dorong" listrik dalam suatu rangkaian.

   2. Arus (I): Arus dinyatakan dalam ampere dan mengukur jumlah muatan listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian dalam satu satuan waktu.

   3. Resistansi (R): Resistansi dinyatakan dalam ohm dan mengukur sejauh mana suatu bahan atau komponen dalam rangkaian menghambat aliran arus. Semakin tinggi resistansi, semakin besar penghambatannya terhadap arus.

Hukum Ohm menyatakan bahwa tegangan pada suatu komponen dalam suatu rangkaian sebanding dengan arus yang mengalir melaluinya, dengan resistansi sebagai faktor proporsionalitasnya. Artinya, jika resistansi tetap, maka arus dan tegangan akan memiliki hubungan linier. Jika resistansi meningkat, arus akan menurun untuk mempertahankan proporsionalitas dengan tegangan.

 

2. Hukum Kirchoff

 

Hukum I Kirchoff:

 

"Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik cabang akan sama dengan  jumlah kuat arus listrik yang meninggalkan titik itu."

Hukum I Kirchhoff biasa disebut Hukum Arus Kirchhoff atau Kirchhoff’s Current Law (KCL).

Berdasarkan gambar di atas, besar kuat arus total yang melewati titik percabangan a secara matematis dinyatakan Σ Imasuk = Σ Ikeluar yang besarnya adalah I1 = I2 + I3.

Hukum II Kirchoff:

"Jumlah aljabar beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup adalah sama dengan nol."

Hukum II Kirchhoff biasa disebut Hukum Tegangan Kirchhoff atau Kirchhoff’s Voltage Law (KVL).

Berdasarkan gambar di atas, total tegangan pada rangkaian adalah Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0. Hukum II Kirchhoff ini menjelaskan bahwa jumlah penurunan beda potensial sama dengan nol artinya tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian atau semua energi listrik diserap dan digunakan. 

3. Metode Mesh (Mesh Analysis)

Prinsip Kerja:

    Metode arus Mesh merupakan prosedur langsung untuk menentukan arus pada setiap resistor dengan menggunakan persamaan simultan. Langkah pertamanya adalah membuat loop tertutup (disebut juga mesh) pada rangkaian. Loop tersebut tidak harus memiliki sumber tegangan, tetapi setiap sumber tegangan yang ada harus dimasukkan ke dalam loop. Loop haruslah meliputi seluruh resistor dan sumber tegangan. Dengan arus Mesh, dapat ditulis persamaan Kirchoff’s Voltage Law untuk setiap loop.



3. Video Percobaan [Kembali]

1.Hukum Ohm







2.Hukum Khircoff 1 dan 2






3.Voltage Current









Hukum Ohm

⁠1.    Bandingkan nilai resistansi terukur dan perhitungan

    

Perbandingan:

  1. R terbaca jauh lebih kecil dibandingkan R perhitungan.
    Misalnya, pada resistor 560 Ω, hasil perhitungan justru 18.592 Ω.

  2. Nilai R perhitungan sama untuk ketiga data (padahal R terbaca berbeda). Ini tidak logis jika tegangan dan arus bervariasi sesuai hukum Ohm.

Analisis:

  • Hukum Ohm menyatakan R=VIR = \frac{V}{I}

  • Dengan V = 5,02 V dan I = 0,27 mA = 0,00027 A:

    R=5,020,0002718.592 ΩR = \frac{5,02}{0,00027} \approx 18.592 \ \Omega

Jadi, semua nilai R perhitungan memang benar secara matematika, tetapi menunjukkan bahwa arus yang digunakan dalam perhitungan bukan arus sebenarnya dari resistor 560, 1000, atau 1200 ohm. Sebaliknya, arus yang sama digunakan untuk semua perhitungan.


Hukum Kirchoff

1.    Bandingkan nilai I total perhitungan dengan I total pengukuran

  • I Total Pengukuran = 0,22 A

  • I Total Perhitungan = Jumlah dari I₁,₂,₃:

    Iperhitungan=0,0089+0,0073+0,0066=0,0228 AI_{\text{perhitungan}} = 0,0089 + 0,0073 + 0,0066 = 0,0228 \text{ A}

Analisis:

  • Nilai I total pengukuran (0,22 A) jauh lebih besar dibandingkan dengan I total perhitungan (0,0228 A).

  • Ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan, bisa disebabkan oleh:

    • Kesalahan pengukuran arus dengan alat ukur (misalnya salah satuan atau kalibrasi).

    • Salah input angka pada laporan (mungkin seharusnya I perhitungan atau I pengukuran dalam mA).

    • Atau sumber kesalahan sistematis lainnya (misalnya pengaruh resistansi dalam rangkaian seri/paralel yang tidak dihitung dengan benar).

2.    Bandingkan nilai V total perhitungan dengan V total pengukuran

    

Perbandingan:

  • V Total Pengukuran: 5,15 V

  • V Total Perhitungan: 4,975 V

Selisih:

5,15 V4,975 V=0,175 V5,15 \text{ V} - 4,975 \text{ V} = 0,175 \text{ V}
Kesimpulan:
  • Terdapat selisih kecil sebesar 0,175 V antara hasil perhitungan dan pengukuran.

  • Ini merupakan toleransi yang wajar dalam eksperimen, bisa disebabkan oleh:

    • Resistansi kabel atau konektor

    • Toleransi nilai resistor (misalnya 5% dari nilai nominal)

    • Ketidaksempurnaan alat ukur



Mesh

1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dengan terukur!

Pada Voltage Divider, resistansi terukur sedikit lebih besar dari 1kΩ yang terbaca — berada di kisaran 1.042–1.053 Ω, yang masih wajar karena adanya toleransi ±5% pada resistor standar.

Namun, pada Current Divider, resistansi terukur jauh lebih kecil yaitu hanya 320 Ω, menunjukkan kemungkinan:

1.Kesalahan pencatatan satuan (bisa jadi arus sebenarnya adalah 1,6 V bukan pada 1kΩ).

2.Penggunaan resistor yang tidak sesuai nilai yang diharapkan (bisa saja bukan 1kΩ).

3.Atau pengaruh resistansi total dari rangkaian tidak hanya dari resistor tersebut.



2. Bandingkan arus terukur dan arus hasil perhitungan

 

Perbandingan:

Arus Terukur: 1,6 A

Arus Perhitungan (rata-rata): 1,712 A

Selisih:

  • 1,7121,6=0,112 A1,712 - 1,6 = 0,112 \text{ A}

Kesimpulan:

  • Arus terukur lebih kecil sedikit daripada arus hasil perhitungan.

  • Selisih masih dalam batas wajar, bisa disebabkan oleh toleransi alat ukur, sambungan kabel, atau suhu resistor.




5. Download File[Kembali]






Download LA Disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS BESAR SISTEM PARKIR OTOMATIS RAMAH LINGKUNGAN

LAPORAN PRATIKUM MODUL II